RINGKASAN KAJIAN HARI 21 - Kitab Ayyuhal Walad

RINGKASAN KAJIAN HARI 21 Kitab "Ayyuhal Walad"
Oleh : KH.Muhammad Shoffar Mawardi Ma'had Daarul Muwahhid


EMPAT PERKARA YANG WAJIB KAMU JALANKAN,

1#. Menjadikan Muamalahmu/interaksimu/hubunganmu dengan Allah Allah SWT. dengan sekiranya kalau hambamu/budakmu/pegawaimu bermuamalah denganmu dengan muamalah yang seperti itu kamu ridho denganya,
dan hatimu tidak sempit atasnya,
kamu tidak marah padanya.

Apa saja yang kamu tidak ridho atas dirimu dari hambamu yang sifatnya majazi,
maka akan tidak ridho pula bagi Allah SWT.
Sedangkan Dia Allah SWT. adalah Tuanmu yang hakiki.

Untuk masalah ini kita bisa mengambil pelajaran dari Maqalahnya Sahabat Umar bin Khattab.
Beliau pernah mengatakan,
"Allah SWT menyembunyikan enam hal dalam dalam enam perkara."
diantaranya,
"Allah SWTmenyembunyikan ridho didalam Taat."
Artinya,
Kalau kita ingin mendapat ridho Allah SWT,
tidak ada keridhoan Allah itu kecuali di dalam amal-amal taat.

Tidak ada perbuatan maksiat yang dapat ridho Allah sebab ibarat kerang, kalau mencari mutiara itu ya didalam kerang,
tapi tidak pada setiap kerang itu ada mutiaranya.
Sama halnya,
Amal ketaatan dimungkinkan ada di dalam Ridho Allah Tapi tidak semua amal ketaatan bisa menghantarkan pada ridho Allah SWT.

Lalu apa maksdunya?
Imam Nawawi yang menjelaskan,
"Allah SWT. sengaja menyembunyikan ridho dalam taat.
Allah tidak beri tahu dalam setiap hari kita beramal taat,
amal taat mana yang membuat Allah ridho.
seperti sekarang ini,
apakah ibadah shaum, sholat subuh atau ngaji kita yang membuat Allah ridho? kita tidak tahu.

HIKMAHNYA,
1> Agar kita ini Ummat islam bersungguh-sungguh didalam melaksanakan amal ketaatan, dalam semua amal ketaatan walaupun amal ketaatan itu kecil,
karena bisa jadi dalam amal ketaatan yang kecil itulah keridhoan Allah SWT. ada didalamnya.

Maka kata kuncinya yaitu,
"Untuk mendapatkan ridho Allah SWT. dalam beramal harus sungguh-sungguh/tidak meremehkan"

Seperti dalam Firman Allah SWT,
"Sesungguhnya Allah SWT itu Cinta apabila salah satu dari kalian beramal kemudian dia menyempurnakanya."

Seperti halnya dalam berdo'a,
kita juga harus sungguh-sungguh.

Seperti yang sdh disebutkan dalam Kitab Al Hikam,
"Kalau kita berdo'a hendaknya sungguh-sungguh, kalau tidak mending tidak usah sekalian,
tapi sibuk dengan dzikir dan ibadah.
justru yang seperti itu Allah akan beri yang terbaik bagi yang melakukanya."

Jangan biasakan ketika berdo'a seperti tidak butuh,
karena yang paling penting itu bukan mintanya,
yang paling penting itu adalah kamu diberi rizki adab yang baik.

2> Supaya kita Ummat islam tidak meremehkan suatu amalan walaupun itu sangat kecil.
karena kalau kita sudah meremehkan suatu amalan,
maka kita sudah masuk dalam perangkap setan.

Rasulullah ﷺ pernah berpidato,
"Wahai manusia, sesungguhnya setan telah berputusasa dalam usahanya ingin disembah dimuka bumi ini,
tapi dia masih puas kalau kamu masih takut kepadanya dalam perkara yang lain,
yaitu apapun saja yqngvkalu remehkan dari amal-amalmu."

Sehingga Nabi ﷺ berpesan,
"Hati-hati kamu sekalian untuk hal-hal yang dianggap kamu itu diatas agama kamu sekalian."

Kata Kuncinya,
"Tidak ada Amal Ibadah yang remeh."

2#. Setiap kali engkau beramal dengan manusia/berinteraksi/bertransaksi dengan manusia jadikanlah interaksi/transaksi/amaliah kita itu sebagaimana yang kamu ridho untuk dirimu sendiri kepada mereka.
Karena sesungguhnya tidak sempurna iman seorang hamba sehingga dia cinta kepada orang lain seperti apa yang dia cinta untuk dirinya sendiri.

Seperri sabda Rasulullah ﷺ ,
"Salah seorang kalian tidak beriman dengan sempurna sehingga dia cinta sudaranya seperti apa yang dia cinta untuk dirinya sendiri."

Seperti halnya kalau kita senang kalau diri kita maju,
maka seharusnya kita juga ikut senang jika melihat saudara/orang lain juga maju.

3#. Apabila engkau membaca/menelaah ilmu,
Seyogyanya bahwa ilmu itu,
- Memperbaiki hatimu,
hati yang sombong jadi tawadhu,
hati yang iri jadi ahli syukur,
hati yang pecinta dunia jadi oecinta akhera,
hati yang pecinta makhluk jadi pecinta Sang Khalik.

- Yang bisa mensucikan hati dan jiwamu/Tazkiyatun Nafs,
Sebagaimana kalau engkau mengetahui umurmu tidak tersisa dalam satu pekan maka darurat,
Niscaya kamu tidak akan sibuk dalam umur tinggal sepekan itu dengan ilmu fikih dengan segala beda pendapatnya,
ilmu akhlak juga begitu, ilmu ushul, ilmu kalam, ilmu tauhid dengan segala rincian dan hujjahnya,
serta semisalnya.

Karena sesungguhnya engkau tahu ilmu-ilmu ini tidak mencukupi untuk menghadapi kematian yang Husnul Khotimah.

Lalu apa yang harus dilakukan?
- Sibukanlah kamu dengan mengawasi hati,
kemana arah dan tujuanya.

- Mengetahui Sifat-sifat nafsu,
~ Nafsu bagkit kalau dirangsang,
~ Nafsu itu seperti bayi,
kalau disapih berhenti kalau dibiarkan akan keterusan.

- Berpaling pada hubungan dunia,
dunia itu sifat yaitu apa saja yang membuat kamu lupa/jauh pada Allah itulah dunia.
sdsangkqn akherat adalah segala sesuatu yang membuat kamu ingat dan dekat pada Allah SWT.

- Sucikan dirimu dari akhlak yang tercela,
kalau kita melihat kelakuan orang lain kita tidak suka,
maka kita jangan seperti dia.

seperti kata Nabi Isa AS.
"Kalau saja manusia mau melakukan ambil pelajaran dari sesama manusia,
maka sesungguhnya dia tidak butuh pada guru adab.
sudah cukup bagi dia apa yang dilihat itu menjadi gurunya."

Kemudian kamu sibuk mencintai dan beribadah kepada Allah SWT.
orang yang cinta itu,
~ ingat dan rindu,
~ banyak menyebut namanya.

Karena tidaklah lewat dari suatu hamba dari suatu hari dan malam adalah kematianya itu ada didalamnya.

Wahai Anakku,
Dengarkanlah dariku pembicaraan yang lain,
Dan tafakkurlah engkau didalamnya sehingga engkau mendapatkan keselamatan.

Kalau sesungguhnya engkau diberi kabar,
bahwa sesungguhnya sultan/penguasa wilayah akan datang setelah sepekan/sepekan yang akan datang,
akan datang kepadamu/menziarahimu/mengunjungimu.

Maka sesungguhnya saya tahu,
engkau dimasa itu tidak sibuk dengan sesuatu yang akan membuat jatuh pandangan sultan kepadanya,
dan memperbaiki apa saja yang membuat sultan jatuh kepadanya,
Seperti, pakaian dan badan yang bersih, rumah dan tempat tidur yang nyaman dsb.

Sekarang kamu fikirkan apa yang akan berisyarat kepadanya,
Sesungguhnya engkau orang yang cepat faham.
Perkataan tunggal ini yang disampaikan,
cukup atas orang yang cerdas.

Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya Allah SWT. tidak memandang pada rupa-rupa kamu sekalian, terhadap amal-amal kalian, tetapi Allah SWT. memandang pada hati dan niat kalian."

Ilmu yang seperti ini fardhu 'Ain termasuk muraqabatul qalbi.

Kalau kamu menghendaki ilmu tentang tingkah lakunya hati,
maka perhatikanlah pada kitab "ihya ulumuddin" dan yang lainya dari kitab-kitabku.

Ilmu-ilmu ini fardhu 'Ain dan yang lainya fardhu kifayah kecuali sekedar faedhu-fardhu yang ditunaikan, itu lenjadi fardhu 'ain.
dibebankan pada komunitas jika sudah ada yang mengembanya maka yang lain gugur dari dosanya.

Dan Allah SWT. adalah Dzat yang memberi taufiq padamu sehingga kamu bisa menghasilkanya.

Wallahu'alam bishowab....

0 Response to "RINGKASAN KAJIAN HARI 21 - Kitab Ayyuhal Walad"

Poskan Komentar

wdcfawqafwef